Bali tidak hanya dikenal dengan pantainya, tetapi juga menyimpan keindahan alam pegunungan yang masih alami. Salah satu destinasi wisata alam yang hingga kini tetap menarik perhatian wisatawan adalah Air Terjun Nungnung. Air terjun ini menawarkan suasana sejuk, pemandangan hijau yang menenangkan, serta pengalaman trekking yang cukup menantang namun memuaskan.
Bagi kamu yang ingin sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kota dan mencari ketenangan alam, Air Terjun Nungnung bisa menjadi pilihan yang tepat.
Lokasi dan Kondisi Alam Air Terjun Nungnung
Air Terjun Nungnung terletak di Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. Kawasan ini berada di dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, sehingga udaranya terasa sejuk bahkan cenderung lebih dingin, terlebih di pagi dan pada sore hari.
Air terjun ini berlokasi di sebuah lembah yang memiliki ketinggian kurang lebih 50 meter dan memiliki debit air yang lumayan besar hampir sepanjang tahun. Aliran air yang jatuh langsung ke bebatuan di bawahnya menciptakan suara gemuruh yang khas dan menenangkan, membuat suasana terasa sangat alami.
Di sepanjang jalur menuju lokasi, wisatawan akan disuguhi pemandangan perbukitan hijau, pepohonan rimbun, serta hamparan sawah milik warga setempat. Inilah yang menjadikan Air Terjun Nungnung terasa berbeda dibandingkan air terjun lain yang lebih dekat dengan kawasan wisata padat.
Perjalanan Menuju Air Terjun: Cocok untuk Pecinta Trekking
Salah satu daya tarik utama Air Terjun Nungnung adalah aksesnya yang menantang. Untuk mencapai titik air terjun, pengunjung harus menuruni ratusan anak tangga yang cukup panjang dan curam. Jalur ini melewati area persawahan berbukit dan lembah, sehingga sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai aktivitas trekking ringan hingga menengah.
Meski cukup menguras tenaga, perjalanan ini justru menjadi bagian dari pengalaman yang menyenangkan. Sepanjang jalan, udara segar, suara alam, dan pemandangan hijau menjadi “obat” bagi mereka yang lelah dengan rutinitas perkotaan.
Tips penting: gunakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin, karena jalur tangga bisa terasa licin terutama saat musim hujan.
Sejarah Singkat dan Perkembangan Wisata
Secara resmi, Air Terjun Nungnung mulai dipromosikan sebagai objek wisata pada tahun 1996 oleh Pemerintah Kabupaten Badung. Sejak saat itu, kawasan ini perlahan berkembang dengan tetap mempertahankan keaslian alamnya.
Berbagai fasilitas penunjang mulai dibangun untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, tanpa menghilangkan nuansa pedesaan dan alam yang menjadi daya tarik utamanya. Hingga saat ini, Air Terjun Nungnung tetap dikenal sebagai destinasi wisata alam yang tidak terlalu ramai, namun memiliki kualitas pengalaman yang tinggi.
Kehidupan Masyarakat Sekitar
Masyarakat Desa Plaga dan sekitarnya sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Hal ini terlihat jelas dari hamparan sawah yang dilewati pengunjung saat menuju lokasi air terjun. Aktivitas pertanian yang masih berjalan secara tradisional menjadi bagian dari daya tarik tersendiri, karena memberikan gambaran kehidupan pedesaan Bali yang masih autentik.
Keberadaan wisata Air Terjun Nungnung juga memberikan dampak positif bagi warga sekitar, terutama dalam sektor pariwisata berbasis alam dan budaya.
Jarak Tempuh dan Akses Lokasi
Dari Kota Denpasar, jarak menuju Air Terjun Nungnung sekitar 40 kilometer ke arah utara. Waktu tempuh berkisar antara 1,5 hingga 2 jam perjalanan menggunakan kendaraan bermotor, tergantung kondisi lalu lintas.
Jika berangkat dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, perjalanan menuju lokasi memakan waktu kurang lebih 110 menit. Akses jalan menuju area parkir sudah cukup baik dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Fasilitas di Kawasan Air Terjun Nungnung
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, pengelola telah menyediakan beberapa fasilitas dasar, antara lain:
- Area parkir yang cukup luas
- Gazebo atau bale bengong untuk beristirahat
- Toilet umum
- Jalur tangga yang tertata menuju lokasi air terjun
Meski fasilitasnya tergolong sederhana, hal ini justru menjadi nilai tambah bagi wisatawan yang mencari suasana alami tanpa terlalu banyak sentuhan modern.
Waktu Terbaik Berkunjung
Waktu terbaik untuk mengunjungi Air Terjun Nungnung adalah pagi hingga siang hari. Pada waktu ini, pencahayaan masih bagus, udara segar, dan kondisi jalur trekking relatif lebih aman. Saat musim hujan, debit air biasanya lebih besar dan terlihat sangat indah, namun pengunjung perlu ekstra hati-hati karena jalur bisa licin.
Kenapa Air Terjun Nungnung Layak Dikunjungi?
Bagi kamu yang merasa jenuh dengan kebisingan kota, Air Terjun Nungnung menawarkan ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain. Suasana alam yang masih asri, udara sejuk, suara air yang menenangkan, serta pemandangan hijau sejauh mata memandang menjadikan tempat ini cocok untuk relaksasi, refleksi diri, maupun sekadar melepas penat.
Kesimpulan
Air Terjun Nungnung bukan hanya sekadar destinasi wisata alam, naum juga tempat untuk nebnikmati kedamaian dan keseimbangan dengan alam. Dengan akses yang menantang, pemandangan yang memanjakan mata, serta suasana pedesaan yang autentik, air terjun ini tetap relevan untuk dikunjungi hingga sekarang.
Jika kamu mencari wisata alam Bali yang tidak terlalu ramai, alami, dan memberikan pengalaman berkesan, Air Terjun Nungnung adalah pilihan yang patut dipertimbangkan.







