Pura Keraban Langit

Pura Keraban Langit terletak di Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Jarak tempuh ke pura ini sekitar 13 km dari Kota Denpasar dan lebih kurang 35 menit perjalanan bila menggunakan kendaraan bermotor dari Bandara Ngurah Rai Bali.

Pura Keraban Langit berada di kawasan persawahan tepatnya di tepi tebing sungai. Pura ini merupakan Pura Dang Khayangan. Saat hari persembahan atau hari kelahiran dewa (Pujawali) masyarakat Desa sekitar senantiasa melakukan penyucian di pura ini. Didalam pura ini terdapat sumber mata air suci yang oleh masyarakat dipercaya bisa membawa berkah. Selain itu pura ini sering dijadikan tempat untuk meditasi. Dewa yang di puja di pura ini adalah Dewa Wisnu, Ratu Gede Lingsir, Ratu Ayu dan Ratu Made. Pada hari-hari tertentu seperti hari Raya Saraswati dan Siwalatri banyak wisatawan yang berkunjung kesini untuk melakukan pemujaan dan bersemedi memohon agar apa yang menjadi harapan dan keinginan bisa tercapai.

Pura Keraban Langit berada dalam sebuah goa. Saat memasuki area dalam pura yang berada di tengah goa terasa sejuk, segar dan damai ini disebabkan pada bagian atas gua terdapat lubang sehingga membuat udara segar dan matahari dapat masuk kedalam dan membuat yang melakukan sembahyang atau meditasi merasa nyaman dan kerasan. Pura ini dinamakan dengan Pura Keraban Langit, Kerep berarti tedung (atap) dan langit artinya langit jadi kalau dijabarkan mempunyai pengertian Pura yang beratapkan langit.

Pura Keraban Langit dibangun pada zaman Bali kuno, pura sudah ada sejak zaman kerajaaan Udayana. Ini terdapat dalam prasasti di Pura Puseh Desa Adat Seding.

Konon menurut cerita kenapa air di dalam goa ini dianggap suci. Berawal dari sepasang suami istri yang ingin mempunyai anak setelah sekian lama berumah tangga, lalu suami tersebut memohon kehadapan para dewa yang berada di puncak Gunung Agung agar istri tercintanya dikaruniai anak. Setelah mendapat petunjuk, ia harus mencari air/Tirta Selaka yang berada di dalam goa di Desa Sading. Setelah mendapat air/tirta tersebut lalu dberikan ke istrinya untuk diminum, selang tidak berapa lama setelah air diminum istrinya mengandung dan akhirnya melahirkan anak kembar. Sejak saat itu air yang berada di dalam goa atau Pura Keraban langit dianggap suci dan membawa berkah bagi siapapun yang menggunakannya.

Masyarakat desa sekitar bermata pencaharian sebagai Petani, ini bisa terlihat dari banyaknya sawah sawah saat menuju lokasi Pura Keraban Langit.

Bila anda datang ke Bali, dan ingin bermeditasi, Pura Keraban Langit adalah tempat yang anda cari untuk penenangan diri. (Garda Dewata.Jero Mangku(Taksu/Pusp)

Komentar