Upacara Piodalan

Upacara Piodalan adalah upacara pemujaan ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dengan segala manifestasinya lewat sarana pemerajan, pura, kahyangan, saat hari- hari tertentu. Upacara Piodalan bisa juga bermakna hari ulang tahun bagi pura. Piodalan bisa juga di sebut pertitayan, petoyan dan puja wali.

Upacara Piodalan termasuk dalam upacara Dewa Yadnya, Dewa Yadnya bermakna upacara korban /persembahan suci yang tulus ikhlas sebagai rasa bakti kepada Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dan seluruh manifestasi- Nya. Kata piodalan berasal dan kata wedal yang artinya ke luar, turun atau dilinggakannya dalam hal ini Sang Hyang Widhi dengan segala manifestasinya menurut hari yang telah ditetapkan untuk pemerajan, pura, kahyangan yang bersangkutan. Piodalan disebut juga petirtayan, petoyan, dan puja wali.

Pelaksanaan upacara Piodalan ini ada 3 tingkatan :

Dalam pelaksanaan upacara Piodalan ini, Umat Hindu di Bali berpedoman pada ajaran Catur Marga, Catur artinya 4 dan Marga artinya jalan, jadi kalau di jabarkan Catur Marga makna 4 jalan untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin.

Catur Marga terdiri dari :

  1. Bhakti Marga adalah usaha untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin  dengan jalan sujud bakti kepada Tuhan. Dengan bersujud, cinta, berdoa mohon perlindungan dan mohon ampun atas dosa- dosa yang pernah lakukan serta mengucap syukur atas perlindungannya, maka Sang Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa) akan menuntun untuk mencapai kesempurnaan.
  2. Jnana Margaadalah suatu jalan dan usaha untuk mencapaikesempurnaan hidup Lahir dan batin dengan mempergunakan kebijaksanaan filsafat (Jnana). Di dalam usaha untuk mencapai kesempurnaan dengan kebijaksanaan itu, hendaklah dengan keinsyafan, bahwa manusia adalah bagian dari alam semesta yang bersumber dari alam, yang di dalam kitab suci Weda disebutBrahman atauPurusa.Dengan kebijaksanaan akan dapat mencapai dharma yang memberikan kebahagiaan lahir batin dalam hidupnya sekarang, di akhirat (Surga), dalam penjelmaan yang akan datang (Swarga Cyuta). Dan apabila rahmat yang diberikan melimpah akan mendapatkan kebahagiaan yang kekal, menyebabkan roh/Atma bebas dari penjelmaan.
  3. Karma Marga mengandung arti jalan atau usaha untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin dengan melakukan kebajikan, tiada terikat oleh nafsu hendak mendapat hasilnya berupa kemasyhuran, kewibawaan, keuntungan, dan sebagainya, melainkan melakukan kewajiban demi untuk mengabdi, berbuat amal kebajikan untuk kesejahteraan umat manusia dan sesama makhluk. Karma Marga adalah segala usaha, pengabdian kebijaksanaan, amal dan pengorbanan itu bukan dari dirinya sendiri melainkan dari Tuhan.
  4. Raja Yoga Marga adalah suatu jalan dan usaha untuk mencapai kesempurnaan hidup Lahir dan batin melalui pengabdian diri kepada Sang Hyang Widhi Wasa, yaitu mulai berlangsung dan berakhir pada konsentrasi. yoga sendiri mengandung pengertian tentang pengekangan diri. Dengan pengendalian diri yang ketat, tekun dalam yoga, maka persatuan Atman dengan Brahman akan tercapai.

Pelaksaan upacara ini harus dilakukan dengan hati yang suci, tulus ikhlas berdasarkan Tri Kaya Parisudha (berpikir yang benar, berkata yang benar, dan berbuat yang benar), sehingga segala sesuatu yang diperbuat mendapat kemuliaan dari Sang Pencipta ( Tuhan Yang Maha Esa). (Yayasan Bali Galang)

( Artkel dari berbagai sumbetr)

Komentar