Subak

Mata pencaharian penduduk di Bali antara lain meliputi pekerjaan sebagai petani, pengrajin, dan beraneka ragam jenis usaha di bidang jasa khususnya bidang pariwisata. Bertani merupakan mata pencaharian hidup yang paling utama dari sebagian besar masyarakat Bali. Jenis pertanian di pulau dewata ini meliputi pertanian sawah dan juga perkebunan. Di dalam sistem pertanian di Bali, "subak" sangatlah memegang peranan penting.

Subak adalah salah satu bentuk lembaga kemasyarakatan pada masyarakat Bali yang bersifat tradisional dan yang dibentuk secara turun temurun oleh masyarakat umat Hindu Bali. Subak berfungsi sebagai satu kesatuan dari para pemilik sawah atau penggarap sawah yang menerima air irigasi dari satu sumber air atau bendungan tertentu. Subak merupakan satu kesatuan ekonomi, sosial, budaya dan keagamaan. Pada umumnya tugas setiap warga subak adalah untuk mengatur pembagian air, memelihara dan memperbaiki sarana irigasi, melakukan kegiatan pemberantasan hama, melakukan inovasi pertanian dan mengkonsepsikan serta mengaktifkan kegiatan upacara. Karena subak memiliki struktur yang berlandaskan konsepsi Tri Hita Karana yaitu suatu konsepsi yang mengintegrasikan secara selaras tiga komponen penyebab kesejahteraan dan kebahagiaan hidup yang diyakini oleh masyarakat Bali, sehingga setiap subak di Bali harus memiliki pura pemujaan. Subak yang ada di pulau Bali berjumlah sekitar 1.482 buah dan subak abian berjumlah 698 buah.

Komentar